Dewasa ini Microsoft sedang gencar mempromosikan suatu framework kolaborasi baru dalam komunikasi kerja yang mereka namakan Unified Communications. Unified Communications adalah penggabungan beragam cara komunikasi seperti suara, email, IM, A/V, confrencing hinggal fax dalam satu perangkat sentral.
Intinya menurut saya Unified Communications bukanlah suatu teknologi baru, melainkan suatu paragidma baru / cara baru dalam memanfaatkan tekonologi komunikasi supaya lebih terintegrasi sehingga di dapatkan efektifitas dan efisiensi dalam berbagai hal dalam lingkup pekerjaan yang terkait.
Adalah suatu hal yang menarik utamanya bagi perusahaan - perusahaan dimana dewasa ini teknologi komunikasi telah begitu maju sehingga tidak lah sulit untuk melakukan integrasi diantaranya. Dengan solusi konsep yang dibangun Microsoft, sebenarnya solusi ini pun bisa di implementasikan dengan menggunakan tools lain selainnya produk - produk yang ditawarkan Microsoft berkaitan dengannya. Linux misalnya dengan berbagai solusi groupware dan kolaborasi opensource sepertinya mampu untuk mengisi posisi Microsoft Exchange sebagai jembatan teknologi applikasi bagi interaksi dengan perangkat - perangkat keras lainnya.
Pada gilirannya pemanfaatan solusi opensource bagi solusi Unified Communications akan semakin memberikan efek efisiensi biaya yang lebih signifikan, selainnya keleluasaan dalam mengembangkan solusi ini kearah yang lebih baik.
Bagi Indonesia khususnya melihat kenyataaan bahwa masih banyak praktek monopoli di beberapa bagian penting layanan komunikasi, solusi Unified Communications yang memanfaatkan jaringan berbasis IP, seperti IP Telephony, Instant Messaging, Internet Confrence dan lain - lain, tentunya sedikit banyak akan mampu meningkatkan posisi tawar para pengguna layanan komunikasi khususnya di kalangan korporasi yaitu dengan menjadikan Unified Communications di tingkat korporat sebagai pesaing baru bagi para pemain layanan telekomunikasi, yang pada gilirannya akan membawa keuntungan buat konsumen korporat itu sendiri.
Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah sebagus apapun konsep teknologi, perlu implementasi dan implementasi membutuhkan selainnya para implementor terlatih diperlukan user - user yang akan menjalankan teknologi tersebut.
Yang menjadi masalah umum di Indonesia adalah "melek teknologi", Akankah nanti para karyawan di perusahaan yang memanfaatkan solusi Unified Communications ini mampu memanfaatkan solusi ini sesuai dengan visi dan misi perusahaan dalam membangun solusi ini? atau hanya sekedar solusi komunikasi biasa tidak memberikan dampak apa - apa selainnya seperti mainan baru ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar