Setelah sekian lama berkutat dengan code – code PHP versi sendiri untuk pengembangan web, membuat CMS sendiri dimana fleksibilitas selalu menjadi alasan utama, walaupun dari dulu sudah bertebaran bermacam CMS utamanya yang terkenal / sempat terkenal dari mulai PHPNuke, Joomla, Drupal dll, setelah melihat perkembangan terkini dan melihat bagaimana CMS-CMS terkini telah begitu sangat memanjakan developer web, akhirnya menyerah juga dan mulai memasuki babak baru menggunakan CMS, mempercepat pengembangan web.
Dan pilihan jatuh kepada WordPress, 2 Minggu yang lalu, langsung membeli 2 buah buku tentang wordpress sekaligus, untuk lebih mendalami wordpress secara lebih detail khususnya dalam pengembangan tema ( themes ) dan plug-ins, walaupun begitu banyak tema – tema gratis dan plug-ins gratis yang bisa di manfaatkan.
Khusus mengenai theme, sebagai pengembang web, yang mencoba bermain dengan CMS wordpress, rasanya penguasaan dalam hal membangun template theme sendiri adalah sangat penting, mengingat untuk pengembangan content dan lain – lainnya wordpress telah cukup begitu bagus.
Bahkan beberapa situs khusus menjual theme untuk wordpress, dimana si pengembang web cukup membeli theme yang mereka sukai dan tempelkan di wordpress-nya. Sangat praktis dan murah biaya tentunya, selain memangkas waktu pengembangan yang signifikan.
Rasanya kini tidak perlu lagi untuk terlalu repot dengan mengerjakan semuanya sendiri, ada begitu banyak ahli pada bidangnya masing – masing, serahkan pada ahlinya. Orang dengan kemampuan design web yang baik telah membantu para developer dengan membuat theme-theme yang bagus, sehingga pengembang tidak perlu repot – repot ikut mengkreasikan design webnya.
Focus on Core!
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHP. Tampilkan semua postingan
Kamis, Agustus 29, 2013
Rabu, November 18, 2009
FlowChart
Kemarin saya mendapat pertanyaan untuk membuat sebuah flowchart dari sebuah aktivitas yang akan di implementasikan dalam sebuah program.
Terus terang, akhir-akhir ini saya hampir tidak pernah melakukan design program dengan menggunakn flowchart, entah salah entah benar, tetapi memang itu kenyataannya. :)
Saat saya kembali di hadapkan dengan permintaan untuk membuat flowchart, saya gelagapan, beberapa visualisasi gambar utk proses, dokumen, dan lain - lain masih saya ingat dengan baik. Tapi bagaimana penerapaannya ?.. ini yang saya tidak kuasai. Entah kenapa, selama ini saya bekerja dengan naratif design, mungkin karena saya kebanyakan otodidak sehingga kurang faham teori - teori seperti itu, walaupun saya akui teori tersebut adalah teori - teori standar yang memang harus di miliki oleh orang yang membuat program ( applikasi komputer ).
Buat para programmer pemula, jangan sepelekan SDLC ( System Development Life Cycle ), patuhi alur yang harus di jalankan karena memang system tersebut tidak dibuat untuk menyusahkan kita tetapi justru akan memudahkan. Seperti halnya kita minum obat, saat minum obat terasa pahit, tapi kemudian akan sembuh dan badan terasa segar.
Kembali ke soal flowchart, beberapa teknik design dan analisis alur proses dewasa ini sudah banyak yang menggunakan cara UML ( Unified Modelling Language ) dan dengan tools - tools berupa software yang semakin memudahkan bagi para programmer untuk membuat suatu pola pemodelan applikasi.
Namun demikian sekedar mengingatkan kembali khususnya buat saya pribadi, saya sertakan link terkait flowchart :
- Pedoman - pedoman dalam membuat flowchart
-
Terus terang, akhir-akhir ini saya hampir tidak pernah melakukan design program dengan menggunakn flowchart, entah salah entah benar, tetapi memang itu kenyataannya. :)
Saat saya kembali di hadapkan dengan permintaan untuk membuat flowchart, saya gelagapan, beberapa visualisasi gambar utk proses, dokumen, dan lain - lain masih saya ingat dengan baik. Tapi bagaimana penerapaannya ?.. ini yang saya tidak kuasai. Entah kenapa, selama ini saya bekerja dengan naratif design, mungkin karena saya kebanyakan otodidak sehingga kurang faham teori - teori seperti itu, walaupun saya akui teori tersebut adalah teori - teori standar yang memang harus di miliki oleh orang yang membuat program ( applikasi komputer ).
Buat para programmer pemula, jangan sepelekan SDLC ( System Development Life Cycle ), patuhi alur yang harus di jalankan karena memang system tersebut tidak dibuat untuk menyusahkan kita tetapi justru akan memudahkan. Seperti halnya kita minum obat, saat minum obat terasa pahit, tapi kemudian akan sembuh dan badan terasa segar.
Kembali ke soal flowchart, beberapa teknik design dan analisis alur proses dewasa ini sudah banyak yang menggunakan cara UML ( Unified Modelling Language ) dan dengan tools - tools berupa software yang semakin memudahkan bagi para programmer untuk membuat suatu pola pemodelan applikasi.
Namun demikian sekedar mengingatkan kembali khususnya buat saya pribadi, saya sertakan link terkait flowchart :
- Pedoman - pedoman dalam membuat flowchart
-
Senin, Januari 14, 2008
Ambil cuaca dari BMG dgn Regex
Terinspirasi dari buku-nya Oom Steven Haryanto tentang regex, saya buat sendiri regex untuk grab cuaca dari situsnya BMG namun sepertinya koq tdk bisa jalan yah dlm beberapa kasus, ada yg bisa kasih komen ?
/----- CODE -----------/
/----- CODE -----------/
$urlpath = "http://meteo.bmg.go.id/maincuaca1.jsp";
if (($fp=fopen($urlpath,"rb")) == false)
die("ERROR: Gagal membuka URL!\n");
$content = "";
while ($chunk = fread($fp, 8192)) $content .= $chunk;
if (!$content) die("ERROR: dokumen URL kosong!\n");
//$tmp = preg_match_all("/ .(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+size=\"2\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+size=\"2\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+size=\"2\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+size=\"2\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+size=\"2\">(.+?)<\/font>/", $content, $cuaca, PREG_SET_ORDER);
$tmp = preg_match_all("/ .(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+\">(.+?)<\/font>.+\n.+\n.+\">(.+?)<\/font>/", $content, $cuaca, PREG_SET_ORDER);
// test print result in array
// print_r($cuaca[5]);
Langganan:
Postingan (Atom)