Senin, September 04, 2006

“Pemanfataan jaringan elektronik dalam perdagangan (e-business) mencakup proses internal,” kata Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kemeneg Ristek, Prof. Dr. Engkos Koswara N, M.Sc, usai pembukaan acara APEC Women’s e-Biz Tarining di Jakarta, Senin (4/9).
Diantaranya seperti produksi, manajemen inventaris, pengembangan produk, manajemen risiko, keuangan, pengelolaan pengetahuan, dan sumber daya manusia.
Ia menilai keterlibatan perempuan pengusaha Indonesia dalam e-business selama ini masih tergolong setengah hati, hal ini bukan semata-mata akibat terbatasnya akses, tetapi keyakinan bahwa e-business akan meningkatkan keuntungan.
Disebutkan, upaya pemantapan peran perempuan Indonesia dalam e-business ini dilakukan oleh Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan (PIWP PDII-LIPI), Kementerian Negara Ristek dan Masyarakat Telekomunikasi (Mastel) bekerjasama dengan Asian Pacific Women’s Information Network Center (APWINC) of Korea.
Engkos Koswara menjelaskan, pelatihan mengenai e-business tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kapasitas perempuan pengusaha dalam menjalankan bisnisnya serta meningkatkan partisipasi perempuan Indonesia dalam ekonomi digital.
Dikatakan, keuntungan yang diperoleh dalam mengikuti pelatihan tersebut antara lain meningkatkan kesadaran dan pemahaman teknologi dan strategi e-business, berbagi pengalaman dari para professional, meningkatkan kemampuan mengakses informasi dan pasar global, menambah pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas, dan keuntungan.
Peningkatan kemampuan para perempuan pengusaha dalam hal ini dianggap penting, karena pada abad ke-21 ini merupakan abad baru yaitu era ekonomi digital yang menggunakan jaringan elektronik dalam perdagangan (electronic commerce).
Kegiatan perdagangan skala internasional secara “e-commerce” mencapai 247 juta dolar AS pada tahun 2004 dan diperkirakan meningkat sampai 524 juta dolar AS pada tahun 2007. Pemasaran produk atau jasa secara “e-commerce” mencapai jumlah 1,6 triliun dolar AS pada tahun 2004 dan diperkirakan akan mencapai jumlah 7,6 triliun dolar AS pada tahun 2007.
Untuk itu, peningkatan penggunaan teknologi informasi merupakan tantangan bagi perempuan pengusaha untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam meningkatkan penjualan produk atau jasa yang dihasilkan. (T. GS/Toeb)

Tidak ada komentar: